Kalau ada yang bilang “kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” mungkin mereka lupa menambahkan disclaimer: “tapi bisa mengkhianati kesehatan.”
Jadi ceritanya gini. Beberapa minggu sebelum liburan sekolah, tiba-tiba aku dapat banyak pesanan edit foto. Banyak banget sampai aku mikir, “Ini rezeki nomplok atau ujian kesabaran ya?”
Tapi ya sudahlah, rejeki nggak boleh ditolak kan katanya. Jadilah aku kerja gila-gilaan, nulis artikel sampai tengah malam, bikin tabungan konten buat seminggu ke depan, edit foto sampai ketiduran.
Aku mikirnya, kalau sekarang kerja keras, nanti pas liburan bisa santai total tanpa mikir kerjaan. Brilian kan? Atau bodoh ya?
Soalnya aku nggak sadar kalau apa yang aku lakukan ini, lembur depan laptop sampai jam 3 pagi tiap hari bakal jadi bumerang buat mata sendiri.
Fast forward ke hari H liburan sekolah. Aku dan adik udah siap dari pagi. Rencananya kami mau ke Surabaya, nginep di kontrakan adik di daerah Jambangan.
Terus jalan-jalan ke Cito buat kulineran sekalian nonton bioskop. Ini pertama kalinya adik bakal nonton di bioskop, jadi momen ini bener-bener spesial.
“Mbak, kita nonton film apa?” Tanya adik sambil scrolling hp di bis.
“Terserah kamu aja, yang penting cocok buat usiamu,” jawabku sambil ngecek jadwal film di aplikasi.
Perjalanan via tol dari Jombang ke Surabaya cuma butuh waktu kurang dari satu jam. Cepet banget sampai kami belum sempat bosen. hehehe.
Begitu nyampe Surabaya, kami istirahat dulu sambil menikmati hidangan yang udah disiapkan adik. Sorenya, langsung meluncur ke Cito.
Suasananya rame, AC-nya dingin, dan kami berdua excited banget. Kami kulineran dulu dong. Pesen es krim, makan di HokBen sambil ngobrolin film mana yang mau ditonton. Setelah itu niatnya mau main-main sebentar di area game zone.
Soalnya, pintu masuk Bioskop ada di samping Game Zone. But, Zonk guys! Game zone udah tutup permanen.
Ya udah, akhirnya kita masuk ke ruang tunggu bioskop biar lebih adem sambil foto-toto plus cari cemilan (mehong) hehehe.
Di sinilah drama-nya dimulai...
Tiba-tiba, mataku terasa sepet. Awalnya aku pikir cuma karena kecapekan atau mungkin AC terlalu kenceng. Tapi lama-lama kok makin nggak nyaman ya? Sepet, perih, terus mulai susah buat dipake kedip-kedip. Aku coba kedip-kedip perlahan, coba pejamin mata sebentar, tapi tetep aja nggak ilang.
“Mbak, kenapa? Sakit?” tanya adik, mulai khawatir.
“Nggak kok, mata mbak cuma agak nggak enak aja,” jawabku sambil berusaha senyum meyakinkan, padahal dalam hati panik banget bestie.
Aku mulai tebak-tebakan sendiri. Apa mataku kemasukan debu? Apa ada serangga kecil yang nyasar? Tapi rasanya nggak kayak gitu. Aku nggak ngerasa ngucek mata berlebihan juga. Terus kenapa dong?
Karena bingung, aku langsung googling. “mata sepet dan perih itu kenapa.” Dan Google dengan pintarnya langsung kasih diagnosis: kemungkinan besar itu Gejala Mata Kering.
Ditandai dengan gejala Sepet, Perih, Lelah. Dan yang bikin aku makin yakin, karena beberapa teks menyebut berbagai aktivitas berlebihan yang aku lakukan beberapa hari belakangan.
Dan, karena aku nganggep ini hal sepele jadi, nyesel belakagan deh. Intinya, #MataSePeLeJanganSepelein karena bisa ganggu aktivitas sehari-hari.
Bener juga sih. Nonton bioskop pertama kali adik aku ini menurutku adlaah sebuah momen penting. Masa iya harus berantakan gara-gara mata kering?
Aku langsung searching lagi. “obat mata kering yang ampuh.” Salah satu rekomendasinya adalah INSTO DRY EYES. Oke, noted. Tapi masalahnya, film kami tinggal 20 menit lagi mau mulai!
“Tunggu sebentar ya. Mbak mau nyari obat dulu,” kataku sambil setengah berlari.
"Loh, kenapa mbak? Filmnya bentar lagi!"
“Sebentar aja, kalau udah buka, masuk aja duluan, nanti mbak nyusul!"
Untungnya ada Indomaret nggak jauh dari bioskop. Aku langsung tanya ke mbak kasir, “Mbak, ada INSTO DRY EYES?” Alhamdulillah ada. Aku langsung beli, bayar. Baca petunjuk pemakaian.
Buka kemasannya dan langsung tetesin ke mata. Dua tetes untuk setiap mata.
Meski masih agak perih-perih dikit, aku tetep jalan buru-buru buat kembali ke bioskop Cito.
Sampai di sana, mata yang tadinya lumayan sepet perlahan mulai terasa lebih nyaman. Nggak langsung 100% sih, tapi udah jauh lebih baik. Setidaknya aku bisa nonton film tanpa harus kedip-kedip nahan perih terus-terusan.
Film pun dimulai. Adik happy banget. Dan aku? Aku lega karena momen ini nggak jadi berantakan gara-gara mata kering. #BebasMataKering emang enak banget, akhirnya aku bisa nikmatin momen berharga ini dengan tenang.
Pulang dari bioskop, diperjalanan aku mikir. Ternyata kerja gila-gilaan depan layar tanpa istirahat yang cukup bisa bikin mata kering. Gejala Mata SePeLe yang tadinya aku sepelein, ternyata bisa datang kapan aja, termasuk pas ada momen penting.
Sekarang aku lebih aware. Kalau kerja lama di depan laptop, aku usahain istirahat setiap 20 menit, liat yang jauh-jauh biar mata nggak tegang.
Aku juga selalu siapin INSTO DRY EYES di tas, jaga-jaga kalau Mata SePeLe muncul lagi. Soalnya sekarang aku udah paham. Mata SePeLe Jangan Disepelein.
Kesehatan mata itu investasi jangka panjang, bukan sesuatu yang bisa kita korbankan demi deadline atau pesanan edit foto sebanyak apa pun.
Dan buat kalian yang sering kerja pake laptop, please jaga mata kalian. Jangan sampai kayak aku, baru nyoba antisipasi pas udah kena.
Karena percayalah, nggak ada momen yang worth it kalau harus dinikmati sambil nahan mata perih.
BTW, #InstoDryEyes jadi penyelamat aku waktu itu, dan semoga kalian nggak perlu sampai ke tahap darurat kayak aku buat mulai peduli sama kesehatan mata. Kalo kalian ngalamin gelaja mata kering, cepet-cepet tetesin Insto Dry Eyes.
Comments
Post a Comment